JANTUNG KORONER

PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK)

Penyakit jantung koroner adalah merupakan penyakit pembunuh nomor satu di negara kita dan juga di beberapa negara lain di dunia. Kematian mandadak pada seseorang juga sering dikaitkan dengan penyakit jantung ini sehingga masyarakat sering menyebut dengan serangan jantung.

Persentase kematian akibat penyakit ini di negara berkembang terutama Indonesia meningkat. Dilaporkan Badan Litbang Departemen Kesehatan RI, persentase kematian meningkat dari 5,9 persen (1975) menjadi 9,1 persen (1986) dan 19,0 persen (1995). Beberapa ahli mengatakan bahwa penyakit ini kini sudah menjadi epidemi global tanpa mengenal perbedaan jenis kelamin, batas geografis dan sosial ekonomi.

DEFINISI

Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau Coronary Heart Desease (CHD) adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh kelainan pada pembuluh darah arteri koronaria/koroner. Sebagian besar kelainan ini (98%) disebabkan oleh proses penyumbatan atherosclerosis. Sedangkan penyebab lain hanya sekitar 2%.

Proses Atherosclerosis.

Atherosclerosis adalah proses pembentukan atheroma yang akhirnya terjadi kekakuan pada pembuluh darah. Atheroma merupakan penonjolan ke dalam pembuluh darah yang diakibatkan oleh kadar kolesterol. Atherosclerosis biasanya terjadi pada pembuluh darah besar sampai sedang.

Atheroma yang membesar akhirnya dapat meyebabkan pembuntuan pembuluh darah. Jika terjadi pada pembuluh darah jantung akan mengakibatkan PJK. Sedangkan jika terjadi pada pembuluh darah otak akan menyebabkan stroke.

Gambar : Proses atherosclerosis

Proses atherosclerosis tidak lepas dari kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol darah yang tinggi melebihi yang dibutuhkan dapat mengakibatkan terbentuknya atheroma. Proses pembentukan atheroma terjadi sangat kompleks dan dalam waktu yang lama yang dimulai dari masuknya kolesterol dalam dinding pembuluh darah.

Kolesterol dalam darah diangkut oleh LDL (Low Density Lipoprotein) yang membawa kolesterol untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Kadar LDL yang tinggi di atas normal dikaitkan dengan pembentukan atheroma. Maka LDL lebih sering dikenal sebagai ‘lemak jahat’.

Terdapat juga pembawa lemak yang disebut dengan HDL (High Density Lipoprotein). HDL lebih dikenal sebagai ‘lemak baik’ karena mencegah terjadinya proses atherosclerosis. Kadar HDL yang tinggi dalam darah dapat mecegah pembentukan atheroma.

PEMBULUH DARAH ARTERI KORONARIA/KORONER

Jantung merupakan suatu organ yang sebagian besar terdiri dari otot yang terus menerus bekerja tanpa henti sepanjang hidup. Jantung berkontraksi memompa darah untuk diedarkan keseluruh tubuh. Karena itu jantung membutuhkan aliran darah yang cukup setiap saat. Oksigen maupun zat-zat lainnya dibutuhkan untuk kelangsungan fungsi jantung. Darah yang dibutuhkan oleh jantung dialirkan melalui pembuluh darah arteri koronaria/koroner.

Penyumbatan pada pembuluh darah koroner ini akan menghambat masuknya darah dan terutama oksigen dan kemudian muncul masalah pada otot jantung. Keadaan dimana terjadi kekurangan oksigen di jantung disebut iskemia jantung.

FAKTOR RESIKO

Semakin meningkatknya PJK sangat erat kaitannya dengan perubahan gaya hidup masyarakat. Gaya hidup dengan minimnya aktivitas fisik dan olah raga ditambah dengan kebiasaan konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol serta kurangnya konsumsi sayur dan buah pada masa sekarang lebih banyak terjadi di masyarkakat. Belum lagi masalah kebiasaan merokok dan dampak asap rokok bagi orang lain (perokok pasif) mempertambah resiko PJK. Beberapa penyakit lain juga berperan meningkatkan resiko PJK yaitu hipertensi, diabetes mellitus, dislipidemi (gangguan pada kadar lemak darah) dan obesitas.

GEJALA

Nyeri Dada . Dada terasa seperti tertekan atau tertindih beban berat atau terasa panas. Nyeri menjalar ke arah dada kiri, lengan kiri, leher kiri hingga rahang dan telinga kiri. Terkadang nyeri juga dirasakan pada ulu hati.
...meningkatknya PJK sangat erat kaitannya dengan perubahan gaya hidup masyarakat.

Rasa nyeri dada yang khas di atas disebut sebagai angina pectoris. Nyeri pada angina pectoris terjadi akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen jantung dan penyediaan oksigen. Dengan kata lain nyeri timbul akibat kurangnya masukan oksigen untuk jantung (iskemia jantung) akibat penyumbatan pada arteri koronaria, sedangkan jantung tetap membutuhkan oksigen.

Minimnya oksigen untuk jantung akan mengakibatkan kerusakan otot jantung secara permanen. Makin luas kerusakan otot jantung makin parah gejalanya. Kematian secara mendadak bisa terjadi akibat terjadinya gagal jantung dimana jantung berhenti karena tidak bisa memompa darah.

PENANGANAN

Pada prinsipnya pengobatan PJK ditujukan untuk agar terjadi keseimbangan lagi antara kebutuhan oksigen jantung dan penyediaannya. Aliran darah melalui arteri koronaria harus kembali ada dan lancar untuk jantung.
...timbul akibat kurangnya masukan oksigen untuk jantung (iskemia jantung) akibat penyumbatan pada arteri koronaria...

Pada tahap yang tidak parah, nyeri bisa hilang dengan berhenti beraktivitas atau istirahat. Pengobatan bisa mengurangi gejala dan kekambuhan. Akan tetapi pada keadaan yang lebih parah memerlukan tindakan operasi untuk melebarkan arteri koronaria yang tersumbat.

Penderita harus merubah gaya hidup ke arah yang lebih sehat seperti berhenti merokok, mengurangi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol, menurunkan berat badan bagi yang mengalami kegemukan serta mengurangi stres psikis. Hal tersebut untuk mencegah proses atherosclerosis. Pemeriksaan rutin ke dokter sangat diharuskan untuk mengetahui perkembangan kesehatan.

PENCEGAHAN

Seperti disebutkan di atas, gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan resiko PJK. Pencegahan yang baik adalah dengan menurunkan faktor resiko PJK yaitu dengan menjalankan pola hidup sehat. Memperbanyak aktivitas fisik dan olah raga dapat membakar kalori dan lemak yang berlebihan dan dapat menurunkan berat badan. Berhenti merokok dapat mengurangi racun yang masuk ke dalam tubuh. Mengurangi makanan berlemak jenuh dan kolesterol tinggi dapat mencegah proses atherosclerosis yang dapat memimbulkan penyumbatan. Banyak makan sayur dan buah mengandung antioksidan yang menetralisir racun dan serat yang terkandung dapat menurunkan kadar kolesterol darah.

Bagi penderita hipertensi, diabetes mellitus dan obesitas harus senantiasa berhati-hati karena penyakit-penyakit ini meningkatkan resiko PJK yaitu tetap menjalankan pola hidup sehat. Sangat dianjurkan untuk memeriksakan ke dokter secara rutin untuk mengetahui perkembangan penyakit. (hw)

Comments

Popular posts from this blog

Inilah 6 Standar Gambar (JISC, NNI, DIN, SNI, ANSI, ISO) dan 10 Peralatan Dasar Gambar Teknik

Mau Membongkar Kepala Silinder Sepeda Motor 4tak? Berikut ini SOP nya

Berikut 5 Pengertian dan Fungsi SIngkat Perkembangan Sistem Pengapian pada Kendaraan Bermotor