Skip to main content

Wanna Know Engine Ignition? Read this Function and Development of Ignition System First

A.Ignition system
      An engine can generate power due to the combustion occurs in the engine. Powered engine combustion heat is converted into mechanical energy, called engine fuel.

     There are some kind of engine fuel, which is the gasoline engine. In the gasoline engine thermal energy obtained by burning a mixture of fuel and air in the cylinder. The combustion process in gasoline engine starts the spark jumps.

     Engine gasoline, gas into the cylinder is a mixture of air and fuel, the mixture is then burnt to produce combustion pressure later converted into mechanical power.

     The system used is an electric ignition system, which is used to generate sparks electrical voltage as a sprinkler. Because the gasoline engine combustion process initiated by a high voltage sparks produced by spark plugs, several methods necessary to produce the required high voltage current.

     The ignition system on the car serves to raise the low battery voltage to 20 kV or more by using the ignition coil and then distribute the high voltage kemasing each spark plug through a high-voltage distributor. The ignition system consists of a battery, ignition, ignition coil, distributor, high voltage cables and plugs.

B. Development of Ignition System.
     The ignition system in its development has experienced many innovations that would aim to obtain ignition quality is more perfect.

   a. Conventional Ignition System.
      Conventional ignition systems use a breaker point to disconnect and connect the current on the primary coil. These systems require regular maintenance, especially on the breaker points due to the relationship between a metallic object with an electric current, causing rapid wear breaker point. However, this system is still widely used today. (New Step 1 Training Manual, 1996: 6-7)

   b. Semi Ignition system Transistor.
      Semi transistor ignition systems use a transistor to disconnect and connect the current to the primary coil to the ignition coil. Meanwhile, to turn off and turn on the transistor using a breaker point. This system is relatively better than conventional ignition system for breaker point does not connect large currents so it is relatively more resistant to wear and tear. (New Step 1 Training Manual, 1996: 6-7)

   c. Full SistemPengapian transistors.
      Full transistor ignition systems use a transistor to disconnect and connect the flow in the primary coil ignition coil. Meanwhile, to turn on and off transistor using a signal rotor and generator that works with electric induction. There also are to turn off and turn on this transistor using infrared sensors. (New Step 1 Training Manual, 1996: 6-7)

   d. Integrated Ignition Assembly (IIA)
      This ignition system uses full transistor ignition system only advantage is the ignition coil incorporated in the distributor so that in terms of construction is more compact and practical. (Fundamentals of Electricity Step 2, 1996: 42)

   e. Electronic Spark Advancer (ESA)
     The ignition system is also using full transistor ignition systems such as the IIA, the advantage is the advancement mechanism when the ignition is no longer in control but controlled mechanically using a computer so that when the ignition is more accurate promotion of good unfounded rev the engine or the engine load. (Fundamentals of Electricity Step 2, 1996: 43)

   f. Distributor Less Ignition (DLI)
     As the name implies the system is no longer using a distributor. The system uses a coil to two spark plugs. The setting current into the primary coil is controlled directly by the computer. The advantages of this system is the ignition coil can be placed close to the spark plug so that the high-voltage cables can be shortened, in addition to this system does not require adjustments-adjustments as on other systems. (Fundamentals of Electricity Step 2, 1996: 44)

Comments

Popular posts from this blog

Inilah 6 Standar Gambar (JISC, NNI, DIN, SNI, ANSI, ISO) dan 10 Peralatan Dasar Gambar Teknik

1.       Standar Gambar Teknik Standar gambar teknik merupakan suatu keseragaman yang telah disepakati bersama dengan tujuan untuk menghindari salah pengertian dalam komonikasi teknik. Orang-orang terkait dalam bidang gambar teknik perlu mengetahui tentang standar. Orang-orang terkait tersebut antara lain siswa pada kelompok teknologi dan industri, para perencana produk, operator mesin, operator perakitan, mekanik dan pengontrol mutu dari suatu produk/mesin. Standar gambar teknik dapat diberlakukan di dalam lingkungan perusahaan, antar perusahaan/industri di dalam suatu negara, bahkan standar gmbar teknik dapat diberlakukan pada industri antar negara yang dikenal dengan Standar Internasional atau disingkat SI. Negara-negara yang sudah membuat standar antara lain : a.       Japanese Industrial Standart (JIS)      Lebih lengkapnya :   JISC b.       Nederland Normalisatie Instituut (NNI)      Lebih lengkapnya:   NNI c.    

Mau Membongkar Kepala Silinder Sepeda Motor 4tak? Berikut ini SOP nya

Halo sobat, bertemu lagi dengan saya, terimakasih telah berkunjung di blog saya. kali ini saya akan berbagi tentang jobsheet pembongkaran karburator konvensional sepeda motor. di dalam praktikum, diperlukan jobsheet agar siswa dapat melakukan pembongkaran sesuai dengan SOP. Hal ini dilakukan agar komponen dari sepeda motor tidak rusak atau salah memasang. berikut ini jobsheetnya Pembongkaran Kepala Siliner Sepeda Motor 4tak Tujuan: - Setelah   melakukan praktikum   ini,   siswa   diharapkan dapat melakukan pembongkaran, pemasangan serta pengukuran Kepala Silinder beserta kelengkapan Sepeda Motor 4tak dengan baik dan benar  - Setelah   melakukan   praktikum ini,   siswa   diharapkan   dapat mengetahui komponen dan fungsi komponen kepala silinder pada   sepeda motor 4 tak   dengan   baik dan benar.   Keselamatan Kerja :  - Tidak bergurau saat melakukan praktikum - Jauhkan benda-benda yang mudah terbakar - Bersihkan kembali peralatan yang kotor - M

Berikut 5 Pengertian dan Fungsi SIngkat Perkembangan Sistem Pengapian pada Kendaraan Bermotor

A.          Sistem Pengapian Suatu mesin dapat menghasilkan tenaga disebabkan didalam mesin tersebut terjadi pembakaran. Mesin bertenaga panas menghasilkan pembakaran yang dirubah menjadi tenaga mekanik, disebut motor bakar. Motor bakar ada beberapa macam salah satunya adalah motor bensin. Pada motor bensin energi panas diperoleh dari hasil pembakaran campuran bensin dan udara di dalam silinder. Proses pemba k aran pada motor bensin dimulai adanya loncatan bunga api. Pada motor bensin , gas yang masuk ke dalam silinder adalah campuran antara udara dan bensin, campuran ini selanjutnya dibakar untuk menghasilkan tekanan pembakaran yang nantinya dirubah menjadi daya mekanis. Sistem yang digunakan adalah sistem pengapian listrik, dimana untuk menghasilkan percikan api digunakan tegangan listrik sebagai pemercik. Karena pada motor bensin proses pembakaran dimulai oleh loncatan api tegangan tinggi yang dihasilkan oleh busi, beberapa metode diperlukan untuk menghasilkan arus tegang